Thursday, December 12, 2019

December 12, 2019

SOUTH BORNEO PUNK INVASION 2: SKENA PUNK YANG MENOLAK USANG


Sudah jarang gigs kolektif bising terdengar di movement lokal. Selain keterbasan venue, beberapa venue juga dirasa membebani secara finansial kawan-kawan pelaku movement. Tapi tidak berarti para penggerak scene tersebut patah semangat. Salah satu motor penggerak scene punk di Banjarmasin adalah Circle E. Sempat bikin gigs kolektif di bulan lalu, akhirnya mereka berinisiatif membuat gigs lagi bersama Murjani Street Crew, melanjutkan event South Borneo Punk Invansion.

Gigs yang digarap kali ini sedikit berbeda, karena selain menampilkan band-band lokal, mereka juga mendatangkan band Punk dari Wirobrajan, Yogyakarta yaitu Human Chaos. Band-band lokal yang tampil pada acara itu ada The Batuk, Sleeppillis, Bejad Jr, Terror Mental, River Anthem, Kariwaya, Time Out, Distract, Kick Off, dan Al-Qaeda.

Arida salah satu personil dari Distract, sekaligus panitia dari Circle E mengatakan dengan sering diadakannya gigs kolektif seperti ini bisa mempertahankan pergerakan skena Punk di Banjarmasin, Banjarbaru, maupun kota-kota lain di Kalimantan Selatan. Ia juga berharap, bisa mengedukasi kawan-kawan agar lebih peduli akan budaya membeli tiket, demi kemajuan skena mereka. Arida menambahkan kalau mereka juga masih berpedoman Do It Yourself, dan sebisa mungkin menggerakan budaya kolektif, membangun skena punk untuk konsisten dan mempertahankan eksistensi kawan-kawan dalam berkarya.

Circle E juga akan aktif membuat gigs kolektif, salah satunya di awal 2020 nanti mereka mempersiapkan event yang akan mengundang salah satu band dari Bandung, guna memberi semangat untuk scene punk. "God Save The Punk", tutup Arida.


Wednesday, December 11, 2019

December 11, 2019

STONEHEAD, FINEST HARDCORE BAND FROM PALANGKA RAYA


Monster Of Stonehead adalah nama awal sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk mengganti nama menjadi STONEHEAD. Berdiri sejak tahun 2004, berawal dari mengcover lagu milik raksasa hardcore dunia yaitu HATEBREED yang juga merupakan influence terbesar STONEHEAD dalam bermusik. Pada tahun 2006 akhirnyaa STONEHEAD memberanikan diri merilis EP album yg kemudian di tahun 2007 direinkarnasi menjadi full album dengan title "Discipline, Respect, dan Attitude". Setelah 10 tahun berpuasa dengan album tersebut, akhirnya pada tahun 2017 mengeluarkan album kedua dengan tittle "Speak To the World". Sempat beberapa kali bongkar pasang personel tidak membuat semangat STONEHEAD meredup. Formasi terkini STONEHEAD diisi oleh Iman pada vokal, Robi pada drum, Dadang pada bass, dan Fazry pada gitar (additional player). Dalam waktu dekat ini STONEHEAD akan merilis single terbaru yang juga sebagai single pertama pada album ketiga nanti yg sedang dalam proses pengerjaan.


Friday, December 6, 2019

December 06, 2019

PSH PREMIERE "SEE YOU VIDEO MUSIC & SINGLE


Setelah sekian lama vakum dari dunia per-musik-an. Punk School Hero band Punk Rock asal kota Palangka Raya yang kini mengganti nama menjadi PSH. Kembalinya dalam bermusik, PSH rilis Single terbaru mereka yang berjudul "See You". Single itu sendiri bergenre R&B pertama yang dibuat oleh PSH, semua instrumen yang digunakan pada lagu ini seperti Drum, Bass, Pad, Piano, dan lain sebagai semuanya menggunakan digital. Penggunaan instrumen analog hanya pada saat "Drawing" dengan menggunakan midi player. Diproduksi di bawah naungan RA Records, Palangka Raya.

Single berjudul "See You" ini diciptakan berdasarkan pengalaman hidup yang kompleks, terjadi kepada kita semua.
Hal tersebut mencangkup kekecewaan, keraguan, kesedihan dalam banyak hal. Lirik dalam single ini sederhana
namun juga easy listening agar lebih mudah diterima dan dimengerti oleh penikmat music, namun tetap dapat
mencangkup banyak hal yg ingin kami suarakan, jadi kalian bisa menganggap ini lagu patah hati karna cinta, atau
sesorang yang meneriakkan kekecewaan dalam hidupnya atau apapun tergantung bagaimana definisi kekecewaan
bagi para pendengar single ini.

PSH berharap lagu ini dapat menghibur dengan suasana musik yang baru, dan mereka menumpahkan semuanya pada lagu terbaru ini. Hampir semua materi yang ada pada lagu ini benar-benar membuat mereka memutar otak demi kenyamanan para pendengar. Single ini dapat diperdengarkan di Channel Youtube PSH TV per-tanggal 12 Desember 2019.




Lebih dekat dengan PSH, silahkan ikuti media sosial mereka
Facebook: PSH / Punk School Hero
Twitter: PSH_Musics
Instagram: PSHgram_

Monday, November 11, 2019

November 11, 2019

"A DREAMER" SUATU SUGUHAN UNTUK SEMUA YANG SEDANG MEWUJUDKAN MIMPI



Single terbaru ini adalah project  kolaborasi dan silahturahmi  antara  OUTSIDERBXCK member  dari group hip-hop Flores “ CRU FATHER SAID “ dengan  OHMYGAB  yang merupakan salah satu rapper dari komunitas hiphop di kalimantan selatan  bernama “ RIVERCITY FAMZ  “.Judul  A DREAMER  sendiri memilki  arti “ SANG PEMIMPI “ 

tak ada  penindasan dan tekanan yang memaksamu, tuk berhenti meraih semua yang kau impikan, semua yang kau impikan 

A DREAMER   ini tercipta sebagai bentuk apresiasi kami kepada semua siapa saja yang sedang berjuang mewujudkan mimpi mereka. Dan termasuk juga motivasi bagi kami sendiri untuk tidak berhenti berkarya dan memberikan pesan postivie bagi kalian semua.
 Keseluruh lagu  di produce musicnya oleh Baggy Jay ( Joseph Bagaskara)  dan untuk mixing mastering vocalnya di bantu oleh ELTIKEI. Hormat dan terimakasih juga untuk semua teman-teman yang telah membantu dalam proses pembuatan lagu ini, God Bless

Selamat menikmati single terbaru dari OHMYGAB X OUTSIDERBXCK Ft. ARIES L – A DREAMER  yang telah rilis tanggal  9 November 2019 di chanel youtube OHMYGAB



Saturday, October 26, 2019

October 26, 2019

THECOMINGBACKS RILIS ALBUM "DISCORD" DI MEDIA DIGITAL !


Thecomingbacks, band hardcore punk berasal dari Malang, Jawa Timur telah remsi merilis album pertama mereka pada platform digital. Setelah "terbangun" dari tidur panjang, akhirnya mereka merilis album pertama mereka bertajuk "Discord". Berbicara tentang perpecahan dan konflik di keseharian masyarakat, mereka menyajikan 10 track yang dapat dinikmati di media digital seperti Spotify, Itunes, Pandora, dan Deezer.


Di dalam album "Discord" ini juga tersedia 3 single yang sebelumnya mereka rilis via Soundcloud, yaitu Believin' Lies, Values, dan It Remains The Same, yang telah mereka rilis di Youtube pada September lalu. Tidak hanya merilis pada media digital, Thecomingbacks juga akan merilis rilisan fisik di bulan November mendatang. Bagi kalian yang penasaran dengan mereka bagaimana keseruan dan kejutan yang akan diberikan lagi bisa follow instagram @thecomingbacks


Spotify Links



Tuesday, October 15, 2019

October 15, 2019

SHELL ART: "BIKIN GIGS" KOLEKTIF REMAJA MENOLAK MANJA



Efek sering ngumpul kadang bisa membuahkan hal positif. Salah satunya kawan-kawan Shell Art yang 1 tongkrongan, tergerak untuk membuat gigs sendiri, di tempat tongkrongan mereka. Digarap dengan kolektif, dan mengundang kawan-kawan band yang perform yang sebenarnya mereka juga tukang garap gigs nya, akhirnya koletif mereka dijadikan tajuk “Bikin Gigs”.

Tujuan utamanya bukan cuma untuk promosi band melalui perform malam itu, tapi juga sekaligus memberi gambaran ke kawan-kawan yang lain, kalau batasan usia belia, bukan hambatan bikin kolektif berhura hura. Mungkin mereka juga mematahkan statement orang kalau anak muda bisa nya cuma ngopi sambil main pubg.


Dengan kain hitam mengelilingi area outdoor kedai kopi, dan beberapa lampu neon biru, suasana terasa amat intim. Terlebih kursi kursi dibuat dekat dan mengelilingi area panggung. Pukul 9 malam kursi pun penuh, dan beberapa pengunjung ada yang berdiri dan duduk di selasar kedai kopi. “Kami  tidak menyangka juga pengunjung bisa sebanyak itu kemarin, semoga kegiatan seperti itu bisa terus berkelanjutan” kata Lani, pemilik kedai sekaligus terlibat jadi partisipan kegiatan.

Dibuka dengan perform dari Madhava, mereka percaya diri dan semangat membawakan 3 lagu ciptaan mereka sendiri. Dilanjutkan dengan band Penghantar , sekaligus menghantarkan ke sesi sharing pengalaman oleh Anang “Penembak Jitu”, Ryan “Stage ID” dan Aswin “Peace Rangers”. Kemudian ditutup apik oleh perform dan lagu dari band Monochrome.



Reza, salah 1 partisipan mengatakan bahwa kedepan acara Bikin Gigs akan terus diadakan . minimal 1 sampai 2x dalam sebulan. Ia menambahkan kawan-kawan Shell Art masih perlu belajar banyak hal lagi tentang perindustrian kreatif. “Kedepannya kami akan eksplor lebih luas lagi untuk konsep gigs lainnya” tutupnya.

Selaras dengan kegiatan kawan-kawan Shell Art, Bilik Bersenyawa juga mengundang bibit-bibit untuk berpartisipasi di kegiatan Ekstrakurockuler. Kegiatan ini juga di khususkan untuk band-band baru, khususnya band yang berpersonilkan pelajar & mahasiswa.Info lebih lengkap, check flyer nya genkz!