Friday, November 13, 2020

November 13, 2020

YARD STREET MARKET (YSM) BUKAN HANYA SEKEDAR GELAR LAPAK

 


Untuk kalian yang belum tau apa itu YSM, ini adalah event pakaian yang diusung anak-anak muda Banjarmasin. YSM yang di selenggarakan pada 6 - 7 November lalu di Coffee the Cups, beralamat di kampung Melayu Banjarmasin, event ini merupakan kali ke dua dilaksanakannya nih. Serupa dengan acara sebelumnya, masih membawa dengan konsep dasar yang sama dimana event ini diisi sama brand-brand lokal. Yang bikin acara ini beda dari sebelumnya, gak cuma jualan mereka juga mencoba ngerangkul beberapa komunitas yang ada di Banjarmasin buat ikut serta dalam event ini.



















Acara jadi lebih menarik karena diisi dengan talkshow menarik yang membahas beberapa hal. Gak tanggung-tanggung mereka bahkan mengundang salah satu founder brand besar Thanksinsomnia Mohan Hazian. Disitu Mohan sharing dengan pengunjung dan bahkan panitia penyelenggara yang notabenenya juga owner dari masing-masing brand lokal yang ada juga excited banget untuk ngedengerin talkshow yang berlangsung.




Berawal dari keresahan bersama anak-anak penggiat industri kreatif ini merasa kalau perlu adanya wadah buat brand-brand lokal baik yang besar atau yang baru berdiri untuk dapat atensi dari masyarakat luas, khususnya di Banjarmasin. Acara ini pun tercetus tak lain juga karena mereka merasa bahwa dimasa yang lagi gak baik baik aja ini perlu kerjasama untuk saling support satu sama lain. Ketika tim bilik tanya "Berarti gak main sikut-sikutan dong buat cari pasar". " Bersaing tetap, itu tergantung strategi marketing masing-masing  cuman kita menyediakan acara lokal buat masing-masing brand supaya bisa berekspresi melalui acara ini" sahut Zikri salah satu panitia penyelenggara yang juga owner dari salah satu brand yang ada di event YSM.

Beberapa harapan juga disampaikan Zikri tentang kegiatan ini salah satunya nih juga harapan semua penggerak industri kreatif, harapannya yakni mudah-mudahan dengan diadakannya event ini orang-orang di Banjarmasin bisa lebih tau kalau di daerahnya juga punya brand-brand baju yang kualitasnya gak kalah sama brand terkenal.







Tim Bilik juga dapet kesempatan wawancara eksklusif sama Mohan sang guest star di event kali ini. Ketika di tanya soal pendapat dari YSM itu sendiri “gimana nih bang acara yang YSM yang di adain anak-anak nih”. “Keren sih ni acara ya, kalo dari kacamata gua yang ikut event yang lebih gede sih buat bisa bikin acara kaya gini udah cukup keren sih menurut gua mereka bisa nyulap tempat yang kaya gini jadi tempat yang bener-bener proper yaa kerenlah”. Jawab mohan. Ada juga nih kata-kata dari Mohan yang tim bilik suka banget. Waktu ditanya “brand kecil brand lokal punya kesempatan yang sama gak sih bang?”. Mohan dengan cepet ngejawab “punya dong karena brand besar juga awalnya dari brand kecil, yang penting sih lu bisa komitmen, ya yang jelas jujur sama karya”.




Author : Bagus

Foto : Bayu

Thursday, November 5, 2020

November 05, 2020

CHILL SPOT : NIAGA KOFFEE



Tidak dapat di pungkiri bahwa kopi sudah jadi bagian dari lifestyle masyarakat saat ini. Kebutuhan biologis akan kafein kadang kala mengharuskan kita untuk mengonsumsi kopi setiap hari. Hal ini sudah bukan masalah, karena di Banjarmasin sendiri sudah banyak coffee shop yang bertebaran dimana-mana. Nah untuk chill spot bulan ini kita ngerekomendasiin buat kalian untuk mampir di salah satu coffee shop yang ada di Banjarmasin, iyaa coffee shop banyak di Banjarmasin, tapi yang satu ini beda dari coffee shop yang lain.



Namanya Niaga Koffee, beralamat di google maps cari aja, pasti dapet. Hal yang paling beda dari tempat ini adalah harganya, kalau kadang kita perlu 20 – 30 ribu buat bisa dapet segelas kopi. Di Niaga dengan uang budget segitu kita bisa dapet kopi plus makan kenyang. Mungkin karena kedai ini punya slogan “ngopi di pasar” dan karena memang letaknya di pasar, mereka memilih buat mematok harga start dari 10 ribu sampai 25 ribu untuk minuman dan 8 ribu sampai 25 ribu untuk makanan. Harga ini jelas bisa di bilang murah kalau dibandingin sama coffee shop lain.


Selain itu, untuk kalian nih kaum kalong yang jam nongkrongnya bukan kaya manusia pasti sering banget kan lagi asyik-asyiknya nongkrong malah di suruh pulang karena tempatnya harus tutup. Di Niaga mulai dari tanggal 20 Oktober lalu mereka buka program buka pagi sampai pagi jadi mereka bakalan buka dari jam 07.00 sampai  jam 03.00 (20 jam buka) nah jadi pas banget buat kalian yang suka begadang, tempat ini bisa jadi buat tempat santai kalian. Tapi program ini masih dalam masa trial jadi bisa bakalan lanjut bisa enggak tergantung ombak.


Ambients yang di beri tempat ini jelas ala-ala kedai banget, karena memang letaknya dipasar suasana siang hari sering kali ramai. Tapi tenang, kedai ini dua lantai jadi cukup nampung banyak pelanggan. Area indor juga sudah pakai pendingin ruangan jadi jangan khawatir kepanasan. Untuk kalian yang punya circle nongkrong yang banyak disarakan buat datang waktu malam aja, karena suasananya lebih tenang. Tempatnya juga jadi lebih luas karena bisa ngemanfaatin space pelataran ruko yang lagi tutup. Jangan takut gak kebagian tempat duduk disana punya bangku yang unlimited jadi pasti kebagian.











------------------    
author: Bagus
foto: Darto

Wednesday, October 7, 2020

October 07, 2020

BEM SE-KALSEL BERSAMA MASYARKAT TOLAK TEGAS OMNIBUS LAW



Sudah jatuh, tertimpa UU Cipta Kerja pula. Itu yang kayaknya beberapa dari kita rasakan sekarang. Polemik terbaru selain pandemik corona, rakyat Indonesia dihebohkan adanya  RUU Cipta Kerja yang bisa disebut Omnibus Law yang disahkan pada rapat paripurna, Senin (5/10/2020) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta yang sangat ditentang element masyarakat termasuk mahasiswa se Banjarmasin yang mereka rasa bisa mempengaruhi kinerja ketenaga erjaan di seluruh Indonesia nih genkz.

 

Pada hari selasa 6 oktober 2020 BEM sekalsel mengadakan konsolidasi terbuka yaitu pertemuan antar mahasiswa dan masyarakat Banjarmasin yang bertujuan sama ingin menggagalkan Omnibus Law, yang dilaksanakan di halaman gedung KNPI Banjarmasin dan mengajak mahasiswa maupun masyarakat memperjuangkan penggagalan disahkannya Omnibus Law di kota Banjarmasin.

 


Diundangan konsolidasi di media Instagram berbunyi ajakan seperti "pada saat urgensi menghadapai Covid-19, pemerintah akan melaksanakan sidang paripurna untuk mengesahkan Omnibus Law, maka kami dari BEM seluruh Kalimantan Selatan mengajak  untuk ikut serta konsolidasi terbuka" begitu sedikit kutipan dari akun instagram @bemsekalsel yang dikirim pada Senin kemarin (05/10/2020).

 

Salah satu mahasiswa bernama Ahdiat Zairullah sebagai kordinator wilayah BEM sekalsel berkata bentuk kekecewaan kita terhadap dewan pimpinan rakyat yaitu disahkan nya RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang kita tolak bersama dan tuntutan, meminta mereka (DPR Provinsi) untuk menyurati president Jokowi untuk memberikan Perpu untuk disahkan nya tolakan RUU Cipta Kerja, ujar seorang kordinator BEM sekalsel ini.

 

Kordinator wilayah BEM se Kalsel juga mengatakan bahwa meraka mogok, ngotot dan tidak anarkis. Mereka duduk dan orasi bentuk protes mereka terhadap UUD yang dikeluarkan pada hari ini. Mereka mau menaikkan skala kerja aksi mogok yang radikal dan koperatif terhadap DPRD, serta kepada pihak kepolisian, mereka ingin mencoba berkordinasi nih genkz, apakah mereka menguntungkan kita atau tidak ujar kordinator wilayah BEM se Kalsel itu nih.

 


Tidak hanya mahasiswa, dari element-element yang akan turun, akan ada aksi besar-besaran, dan soal izin sudah diberikan oleh konstitusi kebebasan untuk menyampaikan pendapat dan apapun yang dikatakan aparat kita tetap turun,kata salah seorang aktifis BEM yang kemarin hadir.

 

Harapannya nih genkz, mudah-mudahan aspirasi mahasiswa terutama masyarakat dan kaum buruh , tentang tuntutan penolakan RUU Cipta Kerja bisa diterima oleh pemerintah dan presiden Jokowi. Juga kasih kabar ke kalian nih genkz, kalau bakal ada seruan aksi turun ke jalan di Hari Kamis tanggal 8 Oktober 2020 dari jam 8 pagi. Kawan-kawan yang merasa punya keresahan yang sama, boleh ikut aksi, ketimbang menyuarakannya hanya sebatas di sosial media genkz.

 

Foto & author by (yyn)


Saturday, September 26, 2020

September 26, 2020

REALESE : MONDBLUME - COULD YOU?

 


Mondblume is the name that singer, songwriter, and producer, Rofie Sanjaya uses to send his intimate and heartfelt music out into the world. Mondblume's wistful blend of indie pop and folk invokes names like Bon Iver, Iron & Wine, and Novo Amor. Based out of Banjarmasin, South Borneo, he released his debut single "Could You?" independently in 23 September 2020.

The name "Mondblume" derives from the Deutsch word Moonflower: is a species of night-blooming morning glory and their being round in shape like a full moon.



"Could You?" (Behind the Song)


“Could You?” is an intense outpouring of emotion, a hauntingly intimate and vulnerable song rooted in heartache and heartfelt sentimentality.


“Could You?" is an expression of nostalgia. The truly sad thing about the nostalgia that he feels is that; he can never return to it. He has changed, the place has changed, the people involved have changed, everything has changed and no matter what he does; he’ll never get the feeling again. Reminiscing on these feelings only make him want to seclude further; wanting something that he can never get.

Thursday, September 24, 2020

September 24, 2020

WHALETHINGS : "LAST KISS MEMENTO" BERCERITA TENTANG LIARNYA FANTASI SESEORANG

 


"Last Kiss Memento" adalah sebuah single yang dirilis oleh Whalethings pada bulan Mei 2020 lalu. Dengan menceritakan bahwa fantasi seseorang itu cukup liar. Musik dalam single tersebut memberikan elemen kejutan pada pendengarnya. Terlepas dari itu, lirik yang ditulis dalam single tersebut juga cukup explicit untuk diartikan. Oleh karena itu untuk menjelaskan makna yang lebih dalam lagi, Whalethings memutuskan untuk membuat sebuah video musik.

 

Dengan gambaran-gambaran tersebut, akhirnya Whalethings mulai menyiapkan konsep dari pembuatan video musik. Dimulai dari latar, properti, hingga konsep koreografi yang ingin ditampilkan. Dengan mengumpulkan orang-orang yang cukup berkompeten dibidangnya, akhirnya video musik tersebut dieksekusi secara ciamik dengan bantuan - bantuan oleh beberapa komunitas.

 

Setelah video musik itu selesai dikerjakan, akhirnya tiba dimana video musik tersebut ditayangkan secara premier pada sebuah wadah tempat anak muda berkarya di Kota Tarakan. Antusiasme dari para penonton pada penayangan video musik tersebut juga sangat baik dan tertib. Dan kini video musik tersebut bisa ditonton langsung pada kanal youtube Whalethings. Selamat menonton dan menikmati.



Friday, September 18, 2020

September 18, 2020

CHILL SPOT : KING PLAY BURGER & COFFEE



Berangkat selepas Maghrib ke Banjarbaru, kami menuju  King Play Burger & Coffee, atas undangan teman kita, Edi, atau nama panggung doi dikenal sebagai Ferdinan Fadel. Edi sendiri ternyata adalah Marketing di King Play Burger & Coffee. Pukul 7 malam lewat tipis, dari area parkiran, TKP nya sudah penuh genkz, sekitaran 70 orang sudah ada disana, padahal baru soft opening. Untungnya kita udah janjian sama Dhea, admin Bilik Bersenyawa yang cute, buat terlebih dulu nangkring ke TKP, dan duduk di sofa di area indoor King Play.




Tak selang berapa lama, Edi menghampiri dan tanpa basa basi bertanya berapa orang yang datang, “terbilang 4 orang ed,” sahut ane. “Oke,wait,” tutupnya kemudian menuju kitchen di belakang bar menerobos antrian pengunjung yang panjang. Menyusul Edong tim kita, membeli 4 sealed coffee dari King Play, 2 cup REX, 1 cup MARCHIO, 1 cup CHEESEE CAKE. Cuman 35K per cup nya, kita sudah bisa dapetin Sealed Coffee plus gelas berisi es batunya genkz! Masalah rasa, asik parah sih. Setelah itu Edonk beli 2 cup lagi karna ketagihan dan mau coba rasa lain, yaitu HAZEL.




Hasrat ingin keliling melihat-lihat spot lainnya, ane memutuskan untuk menyusul Darto, yang sedari tadi menjepret suasana di area outdoor. Terlihat dari area depan dekat parkiran, ada panggung terbuat dari semen setinggi kurang lebih 30cm. Asiknya, disana disediakan beberapa bean bag, untuk orang-orang bisa leluasa duduk di bawah rindangnya pohon. Area lainnya di depan teras rumah dan sekitarannya di susun beberapa set meja dan kursi, sungguh nyaman & chill sekali suasananya.




Terlepas dari kehingar bingaran suasana outdoor area, sesampainya kembali masuk, terlihat 5 buah burger terhidang di meja kami. Yaitu CLASSIC 2.0, SWITZERLAND, THE CHICAGO, THE FISHERMAN, dan especially burger dengan size besar andalan King Play, RAJA MAIN. Setelah difoto tipis-tipis oleh Darto, tak sabar, jelas ane pengen ngelahap RAJA MAIN. 2 lapis daging sapi mengapit potongan lainnya, plus telur sebelum ditutupi roti bun yang lembut. Anjay, enak banget genkz! Cheese nya bahkan berhambur sampai ke kumis ane. Sesuai tagline nya “The Most Burger in Town”, ternyata gak mengada-ada. Semua burgernya enak, tapi emang menurut ane paling enak & puas makan RAJA MAIN, hehe.




Sambil dengan raut sedikit kelelahan, Edi yang sedari tadi ikut nimbrung sambil senderan di sofa serta sharing tentang King Play Burger & Coffe. Doi pengen selesai pandemi nanti, bisa ngadain gigs rutin di King Play sendiri, biar pengunjung gak sekedar ngopi, makan & nongkrong, tapi bisa nonton live perform dari musisi lokal. Wuih seru, kita tunggu aja genkz, semoga pandemi cepat selesai ya.


King Play Burger & Coffee sendiri buka dari jam 7 pagi sampai 10 malam. Jadi, kalian di daerah Banjarbaru, kebingungan mau sarapan apa, mereka udah ready bikinin burger & coffee buat kalian genkz. Skoy, mampir. Lokasinya strategis, gak bakalan nyasar karna gak jauh dari jalan raya, yaitu di jalan Muri, no. 13, Banjarbaru.




“Eds, cabs duls ya, Darto menutup perjumpaan malam itu.” Sembari menemani kami sampai area parkiran, kita masih sempat gogon (gosip andergron) ria. Thanks King Play Burger & Coffee undangannya, semoga bisa jadi tongkrongan terbaik di Banjarbaru, hehe. Bakal balik kesana lagi kayanya, karna ada beberapa menu burger lagi yang belum kita cobain.