Wednesday, October 7, 2020

October 07, 2020

BEM SE-KALSEL BERSAMA MASYARKAT TOLAK TEGAS OMNIBUS LAW



Sudah jatuh, tertimpa UU Cipta Kerja pula. Itu yang kayaknya beberapa dari kita rasakan sekarang. Polemik terbaru selain pandemik corona, rakyat Indonesia dihebohkan adanya  RUU Cipta Kerja yang bisa disebut Omnibus Law yang disahkan pada rapat paripurna, Senin (5/10/2020) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta yang sangat ditentang element masyarakat termasuk mahasiswa se Banjarmasin yang mereka rasa bisa mempengaruhi kinerja ketenaga erjaan di seluruh Indonesia nih genkz.

 

Pada hari selasa 6 oktober 2020 BEM sekalsel mengadakan konsolidasi terbuka yaitu pertemuan antar mahasiswa dan masyarakat Banjarmasin yang bertujuan sama ingin menggagalkan Omnibus Law, yang dilaksanakan di halaman gedung KNPI Banjarmasin dan mengajak mahasiswa maupun masyarakat memperjuangkan penggagalan disahkannya Omnibus Law di kota Banjarmasin.

 


Diundangan konsolidasi di media Instagram berbunyi ajakan seperti "pada saat urgensi menghadapai Covid-19, pemerintah akan melaksanakan sidang paripurna untuk mengesahkan Omnibus Law, maka kami dari BEM seluruh Kalimantan Selatan mengajak  untuk ikut serta konsolidasi terbuka" begitu sedikit kutipan dari akun instagram @bemsekalsel yang dikirim pada Senin kemarin (05/10/2020).

 

Salah satu mahasiswa bernama Ahdiat Zairullah sebagai kordinator wilayah BEM sekalsel berkata bentuk kekecewaan kita terhadap dewan pimpinan rakyat yaitu disahkan nya RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang kita tolak bersama dan tuntutan, meminta mereka (DPR Provinsi) untuk menyurati president Jokowi untuk memberikan Perpu untuk disahkan nya tolakan RUU Cipta Kerja, ujar seorang kordinator BEM sekalsel ini.

 

Kordinator wilayah BEM se Kalsel juga mengatakan bahwa meraka mogok, ngotot dan tidak anarkis. Mereka duduk dan orasi bentuk protes mereka terhadap UUD yang dikeluarkan pada hari ini. Mereka mau menaikkan skala kerja aksi mogok yang radikal dan koperatif terhadap DPRD, serta kepada pihak kepolisian, mereka ingin mencoba berkordinasi nih genkz, apakah mereka menguntungkan kita atau tidak ujar kordinator wilayah BEM se Kalsel itu nih.

 


Tidak hanya mahasiswa, dari element-element yang akan turun, akan ada aksi besar-besaran, dan soal izin sudah diberikan oleh konstitusi kebebasan untuk menyampaikan pendapat dan apapun yang dikatakan aparat kita tetap turun,kata salah seorang aktifis BEM yang kemarin hadir.

 

Harapannya nih genkz, mudah-mudahan aspirasi mahasiswa terutama masyarakat dan kaum buruh , tentang tuntutan penolakan RUU Cipta Kerja bisa diterima oleh pemerintah dan presiden Jokowi. Juga kasih kabar ke kalian nih genkz, kalau bakal ada seruan aksi turun ke jalan di Hari Kamis tanggal 8 Oktober 2020 dari jam 8 pagi. Kawan-kawan yang merasa punya keresahan yang sama, boleh ikut aksi, ketimbang menyuarakannya hanya sebatas di sosial media genkz.

 

Foto & author by (yyn)


Saturday, September 26, 2020

September 26, 2020

REALESE : MONDBLUME - COULD YOU?

 


Mondblume is the name that singer, songwriter, and producer, Rofie Sanjaya uses to send his intimate and heartfelt music out into the world. Mondblume's wistful blend of indie pop and folk invokes names like Bon Iver, Iron & Wine, and Novo Amor. Based out of Banjarmasin, South Borneo, he released his debut single "Could You?" independently in 23 September 2020.

The name "Mondblume" derives from the Deutsch word Moonflower: is a species of night-blooming morning glory and their being round in shape like a full moon.



"Could You?" (Behind the Song)


“Could You?” is an intense outpouring of emotion, a hauntingly intimate and vulnerable song rooted in heartache and heartfelt sentimentality.


“Could You?" is an expression of nostalgia. The truly sad thing about the nostalgia that he feels is that; he can never return to it. He has changed, the place has changed, the people involved have changed, everything has changed and no matter what he does; he’ll never get the feeling again. Reminiscing on these feelings only make him want to seclude further; wanting something that he can never get.

Thursday, September 24, 2020

September 24, 2020

WHALETHINGS : "LAST KISS MEMENTO" BERCERITA TENTANG LIARNYA FANTASI SESEORANG

 


"Last Kiss Memento" adalah sebuah single yang dirilis oleh Whalethings pada bulan Mei 2020 lalu. Dengan menceritakan bahwa fantasi seseorang itu cukup liar. Musik dalam single tersebut memberikan elemen kejutan pada pendengarnya. Terlepas dari itu, lirik yang ditulis dalam single tersebut juga cukup explicit untuk diartikan. Oleh karena itu untuk menjelaskan makna yang lebih dalam lagi, Whalethings memutuskan untuk membuat sebuah video musik.

 

Dengan gambaran-gambaran tersebut, akhirnya Whalethings mulai menyiapkan konsep dari pembuatan video musik. Dimulai dari latar, properti, hingga konsep koreografi yang ingin ditampilkan. Dengan mengumpulkan orang-orang yang cukup berkompeten dibidangnya, akhirnya video musik tersebut dieksekusi secara ciamik dengan bantuan - bantuan oleh beberapa komunitas.

 

Setelah video musik itu selesai dikerjakan, akhirnya tiba dimana video musik tersebut ditayangkan secara premier pada sebuah wadah tempat anak muda berkarya di Kota Tarakan. Antusiasme dari para penonton pada penayangan video musik tersebut juga sangat baik dan tertib. Dan kini video musik tersebut bisa ditonton langsung pada kanal youtube Whalethings. Selamat menonton dan menikmati.



Friday, September 18, 2020

September 18, 2020

CHILL SPOT : KING PLAY BURGER & COFFEE



Berangkat selepas Maghrib ke Banjarbaru, kami menuju  King Play Burger & Coffee, atas undangan teman kita, Edi, atau nama panggung doi dikenal sebagai Ferdinan Fadel. Edi sendiri ternyata adalah Marketing di King Play Burger & Coffee. Pukul 7 malam lewat tipis, dari area parkiran, TKP nya sudah penuh genkz, sekitaran 70 orang sudah ada disana, padahal baru soft opening. Untungnya kita udah janjian sama Dhea, admin Bilik Bersenyawa yang cute, buat terlebih dulu nangkring ke TKP, dan duduk di sofa di area indoor King Play.




Tak selang berapa lama, Edi menghampiri dan tanpa basa basi bertanya berapa orang yang datang, “terbilang 4 orang ed,” sahut ane. “Oke,wait,” tutupnya kemudian menuju kitchen di belakang bar menerobos antrian pengunjung yang panjang. Menyusul Edong tim kita, membeli 4 sealed coffee dari King Play, 2 cup REX, 1 cup MARCHIO, 1 cup CHEESEE CAKE. Cuman 35K per cup nya, kita sudah bisa dapetin Sealed Coffee plus gelas berisi es batunya genkz! Masalah rasa, asik parah sih. Setelah itu Edonk beli 2 cup lagi karna ketagihan dan mau coba rasa lain, yaitu HAZEL.




Hasrat ingin keliling melihat-lihat spot lainnya, ane memutuskan untuk menyusul Darto, yang sedari tadi menjepret suasana di area outdoor. Terlihat dari area depan dekat parkiran, ada panggung terbuat dari semen setinggi kurang lebih 30cm. Asiknya, disana disediakan beberapa bean bag, untuk orang-orang bisa leluasa duduk di bawah rindangnya pohon. Area lainnya di depan teras rumah dan sekitarannya di susun beberapa set meja dan kursi, sungguh nyaman & chill sekali suasananya.




Terlepas dari kehingar bingaran suasana outdoor area, sesampainya kembali masuk, terlihat 5 buah burger terhidang di meja kami. Yaitu CLASSIC 2.0, SWITZERLAND, THE CHICAGO, THE FISHERMAN, dan especially burger dengan size besar andalan King Play, RAJA MAIN. Setelah difoto tipis-tipis oleh Darto, tak sabar, jelas ane pengen ngelahap RAJA MAIN. 2 lapis daging sapi mengapit potongan lainnya, plus telur sebelum ditutupi roti bun yang lembut. Anjay, enak banget genkz! Cheese nya bahkan berhambur sampai ke kumis ane. Sesuai tagline nya “The Most Burger in Town”, ternyata gak mengada-ada. Semua burgernya enak, tapi emang menurut ane paling enak & puas makan RAJA MAIN, hehe.




Sambil dengan raut sedikit kelelahan, Edi yang sedari tadi ikut nimbrung sambil senderan di sofa serta sharing tentang King Play Burger & Coffe. Doi pengen selesai pandemi nanti, bisa ngadain gigs rutin di King Play sendiri, biar pengunjung gak sekedar ngopi, makan & nongkrong, tapi bisa nonton live perform dari musisi lokal. Wuih seru, kita tunggu aja genkz, semoga pandemi cepat selesai ya.


King Play Burger & Coffee sendiri buka dari jam 7 pagi sampai 10 malam. Jadi, kalian di daerah Banjarbaru, kebingungan mau sarapan apa, mereka udah ready bikinin burger & coffee buat kalian genkz. Skoy, mampir. Lokasinya strategis, gak bakalan nyasar karna gak jauh dari jalan raya, yaitu di jalan Muri, no. 13, Banjarbaru.




“Eds, cabs duls ya, Darto menutup perjumpaan malam itu.” Sembari menemani kami sampai area parkiran, kita masih sempat gogon (gosip andergron) ria. Thanks King Play Burger & Coffee undangannya, semoga bisa jadi tongkrongan terbaik di Banjarbaru, hehe. Bakal balik kesana lagi kayanya, karna ada beberapa menu burger lagi yang belum kita cobain.






Wednesday, September 16, 2020

September 16, 2020

YOUR FAVORIT LOCAL'S RAPPER



 Tahun 2004, adalah awal pergerakan HipHop movement secara massive di banua. Pasalnya, Borneo Clan memulai pergerakannya di tahun itu, dengan menggabungkan elemen-elemen Hiphop seperti B-boy, grafiti, Beatbox, dan pastinya Rap.


Seiring waktu berjalan, genre di Hiphop sekarang pun semakin beragam. Rapper-rapper baru yang produktif semakin banyak, tapi rapper lama pun masih konsisten mengeluarkan karya-karya terbaiknya. Berikut Rapper-rapper pilihan kita genkz, cekdizaut!


1.Ohmygab



Kalau di tahun kemarin ada yang masih inget ada rapper yang sempat kolaborasi bareng Pee Wee Gaskins di acara Soundsations kemarin, yap Gabriel a.k.a Ohmygab orangnya. Doih berkolaborasi dengan PWG di lagu “Dan”, karya Sheila on 7. Salah 1 anggota dari Rivercity Famz ini juga sudah rilis 2 lagu di platform digital yang bisa kita nikmatin sekarang.



2.Sa’Garis



Mungkin sudah tak terhitung banyaknya karya dari Sa’Garis, karna doih sudah terjun ke HipHop movement tahun 2000an. Salah 1 dedengkot Borneo Clan ini juga punya usaha Home Studio, yang mana studio recordingnya sering dipakai rapper lain. Karya Mixtape terakhirnya bertitle “Mahar”, rilis saat moment Record Store Day Banjarmasin tahun kemarin genkz. Yang mau beli, boleh kontak doih langsung yaw.


3.Local Junk



Zaky a.k.a Local Junk, adalah rapper dari Banjarbaru yang bisa dibilang cukup baru di industri musik lokal, tapi sudah cukup dikenal di movementnya. Selain lagunya sendiri, Local Junk juga sempat berkolaborasi dengan rapper lainnya, di lagu “Can’t Make It Right”, di Spotify. Rekomen nih lagu genkz yang pengen nge-chill, coba deh dengerin.


4.Zen RK



Dalam list rapper kali ini, Zen Rookie lah rapper paling muda diantara yang lain. Walau begitu, salah 1 anggota dari Wasaka ini, sudah banyak & bisa didengarkan di channel youtube nya. Kabar yang terbaru, Zen Rookie baru saja merilis lagu beserta videoclipnya, featuring bersama Fairhand, yang juga salah satu personil Wasaka.


5.Napaled



Selain Sa’Garis, Napaled atau sering dipanggil Black ini juga salah 1 pendiri dari Borneo Clan. Black konsisten membuat karya yg menyuarakan tentang isu sosial dan politik yang sedang terjadi. Bulan lalu, Black merilis beberapa karyanya lewat video lirik di kanal youtube pribadinya. Lezgow check genkz!


6.Ferdinan Fadel



Rapper asal Banjarbaru yang mempersiapkan EP albumnya tahun ini sudah punya 2 lagu yang sudah dinikmati di Spotify. Doih juga bikin movement Hiphop bernama Mondaydrew bersama kawan-kawan Rapper lain, yang sempat beberapa kali mengadakan gigs.


7.Muclles



“Mantap betul, mantul mantul mantap betul”, selalu hiasi tiap kali gigs lokal, setiap kali Muclles membawakan lagu andalannya “Mantul.” Rapper yang juga salah 1 member dari Rivercity Famz ini juga akan merilis videoclip terbarunya dalam waktu dekat yang berjudul “Wah Kacaw”. Tungguin ya genkz


8.Deemust



“Back from the Dead” menjadi album pembuktian konsistensi Deemust di skena musik lokal. Album yang berisi 8 lagu ini sudah bisa kalian nikmati di platform-platform digital. 

Deemust juga salah 1 anggota dari group musik HipHop, Wasaka.


Itu tadi review tipis dari rapper-rapper yang kita rekomendasikan. Dengerin lagu-lagu mereka, kalau sudah, yang mana yang jadi favorit kalian genkz? Tetap support local rapper dan pergerakan musik lokal lain ya genkz! Ketemu di Your Favorit Local Rapper berikutnya.

Sunday, September 13, 2020

September 13, 2020

SVN : SINGLE TENTANG DILEMA UNGKAPAN PERASAAN KEPADA SESEORANG

 


Berawal dari hobby dan selera yang sama, tiga orang anak muda dengan kesukaan pada musik, sepakat untuk membentuk sebuah band yang bernama SVN. Merilis single adalah harapan bagi setiap musisi, tidak terkecuali dengan grub band satu ini yang meluapkan perasaan melalui single pertama mereka yang berjudul FEELS.




Billy Ditya (Vokal), Yudi Puguh (Gitar), Fahmi Husaini (Bass & Sequencer) ialah tiga orang yang memutuskan untuk menyapa para penikmat musik tanah air dengan mengeluarkan single pertama bergenre alternatif pop. Mereka mengaku masih kesulitan dalam menulis lirik lagu dengan makna yang dalam sehingga pada single pertama ini memutuskan untuk mengangkat sebuah realita terdekat. Mereka akan melepas sebuah single berjudul “FEELS” pada tanggal 4 September 2020.


Latar belakang FEELS berasal dari keresahan penulis lirik, Mutiara A. Dini serta ketiga personil SVN yang merasa sangat sulit dan gengsi untuk mengungkapkan rasa kasih sayangnya pada seseorang seperti teman, sahabat, keluarga, bahkan kepada orang tua sendiri. Bagi mereka, perasaan sayang tidak hanya diungkapkan melalui verbal dan kata-kata manis saja. Sikap dan perilaku lebih memiliki kekuatan untuk menyampaikan perasaan.


FEELS diciptakan awal tahun 2019 dibantu oleh Djagad Karja dalam proses rekaman sekaligus produce musiknya. Nurul juga turut serta dalam pembuatan lagu ini sebagai backing vocal. Referensi bermusik SVN ialah Lany, Oh Wonder, Honne, Jordan Rakei dan Nick Hakim. Dengan realese-nya single pertama,SVN berharap dapat menjadi langkah awal untuk terus berkarya membuat lagu selanjutnya dari ep hingga full album.