Monday, November 11, 2019

November 11, 2019

"A DREAMER" SUATU SUGUHAN UNTUK SEMUA YANG SEDANG MEWUJUDKAN MIMPI



Single terbaru ini adalah project  kolaborasi dan silahturahmi  antara  OUTSIDERBXCK member  dari group hip-hop Flores “ CRU FATHER SAID “ dengan  OHMYGAB  yang merupakan salah satu rapper dari komunitas hiphop di kalimantan selatan  bernama “ RIVERCITY FAMZ  “.Judul  A DREAMER  sendiri memilki  arti “ SANG PEMIMPI “ 

tak ada  penindasan dan tekanan yang memaksamu, tuk berhenti meraih semua yang kau impikan, semua yang kau impikan 

A DREAMER   ini tercipta sebagai bentuk apresiasi kami kepada semua siapa saja yang sedang berjuang mewujudkan mimpi mereka. Dan termasuk juga motivasi bagi kami sendiri untuk tidak berhenti berkarya dan memberikan pesan postivie bagi kalian semua.
 Keseluruh lagu  di produce musicnya oleh Baggy Jay ( Joseph Bagaskara)  dan untuk mixing mastering vocalnya di bantu oleh ELTIKEI. Hormat dan terimakasih juga untuk semua teman-teman yang telah membantu dalam proses pembuatan lagu ini, God Bless

Selamat menikmati single terbaru dari OHMYGAB X OUTSIDERBXCK Ft. ARIES L – A DREAMER  yang telah rilis tanggal  9 November 2019 di chanel youtube OHMYGAB



Saturday, October 26, 2019

October 26, 2019

THECOMINGBACKS RILIS ALBUM "DISCORD" DI MEDIA DIGITAL !


Thecomingbacks, band hardcore punk berasal dari Malang, Jawa Timur telah remsi merilis album pertama mereka pada platform digital. Setelah "terbangun" dari tidur panjang, akhirnya mereka merilis album pertama mereka bertajuk "Discord". Berbicara tentang perpecahan dan konflik di keseharian masyarakat, mereka menyajikan 10 track yang dapat dinikmati di media digital seperti Spotify, Itunes, Pandora, dan Deezer.


Di dalam album "Discord" ini juga tersedia 3 single yang sebelumnya mereka rilis via Soundcloud, yaitu Believin' Lies, Values, dan It Remains The Same, yang telah mereka rilis di Youtube pada September lalu. Tidak hanya merilis pada media digital, Thecomingbacks juga akan merilis rilisan fisik di bulan November mendatang. Bagi kalian yang penasaran dengan mereka bagaimana keseruan dan kejutan yang akan diberikan lagi bisa follow instagram @thecomingbacks


Spotify Links



Tuesday, October 15, 2019

October 15, 2019

SHELL ART: "BIKIN GIGS" KOLEKTIF REMAJA MENOLAK MANJA



Efek sering ngumpul kadang bisa membuahkan hal positif. Salah satunya kawan-kawan Shell Art yang 1 tongkrongan, tergerak untuk membuat gigs sendiri, di tempat tongkrongan mereka. Digarap dengan kolektif, dan mengundang kawan-kawan band yang perform yang sebenarnya mereka juga tukang garap gigs nya, akhirnya koletif mereka dijadikan tajuk “Bikin Gigs”.

Tujuan utamanya bukan cuma untuk promosi band melalui perform malam itu, tapi juga sekaligus memberi gambaran ke kawan-kawan yang lain, kalau batasan usia belia, bukan hambatan bikin kolektif berhura hura. Mungkin mereka juga mematahkan statement orang kalau anak muda bisa nya cuma ngopi sambil main pubg.


Dengan kain hitam mengelilingi area outdoor kedai kopi, dan beberapa lampu neon biru, suasana terasa amat intim. Terlebih kursi kursi dibuat dekat dan mengelilingi area panggung. Pukul 9 malam kursi pun penuh, dan beberapa pengunjung ada yang berdiri dan duduk di selasar kedai kopi. “Kami  tidak menyangka juga pengunjung bisa sebanyak itu kemarin, semoga kegiatan seperti itu bisa terus berkelanjutan” kata Lani, pemilik kedai sekaligus terlibat jadi partisipan kegiatan.

Dibuka dengan perform dari Madhava, mereka percaya diri dan semangat membawakan 3 lagu ciptaan mereka sendiri. Dilanjutkan dengan band Penghantar , sekaligus menghantarkan ke sesi sharing pengalaman oleh Anang “Penembak Jitu”, Ryan “Stage ID” dan Aswin “Peace Rangers”. Kemudian ditutup apik oleh perform dan lagu dari band Monochrome.



Reza, salah 1 partisipan mengatakan bahwa kedepan acara Bikin Gigs akan terus diadakan . minimal 1 sampai 2x dalam sebulan. Ia menambahkan kawan-kawan Shell Art masih perlu belajar banyak hal lagi tentang perindustrian kreatif. “Kedepannya kami akan eksplor lebih luas lagi untuk konsep gigs lainnya” tutupnya.

Selaras dengan kegiatan kawan-kawan Shell Art, Bilik Bersenyawa juga mengundang bibit-bibit untuk berpartisipasi di kegiatan Ekstrakurockuler. Kegiatan ini juga di khususkan untuk band-band baru, khususnya band yang berpersonilkan pelajar & mahasiswa.Info lebih lengkap, check flyer nya genkz!


Monday, October 14, 2019

October 14, 2019

MURAM: NUKLIR BARU DIRANCANG UNTUK MISI BERSENANG-SENANG


“hey kami datang jangan muram
“hey kami datang jangan sungkan
hey kami datang bawa senang
hey kami datang”
Itulah lirik singkat dari single pertama, Muram – Jangan Muram.

Nama Muram jelas tidak terdengar cocok
untuk group yang mempunyai penggalan lirik tentang
hura-hura dan bersenang-senang. Bersenang senang? Ya projek ini lahir dari alterego para personilnya, yang notabene punya band masing-masing.
Berpersonilkan Gorey (Vokal), Feriza (bassist), Awlia (drummer) dan Odien (gitaris), nama mereka terdengar tak asing di skena musik Banjarmasin. Ya, tak salah, karna mereka berasal dari The Rindjink & Heat Seeker Rockets, yang mencoba formula baru, dan semangat berapi-api dalam bermain musik. Seperti single pertamanya yang menyeruak untuk membakar semangat para pendengarnya, Muram juga bersemangat akan selesaikan EP album hanya dalam waktu 1 bulan.

Ditanya kenapa harus memakai nama Muram? Gorey hanya menjawab “Indonesia kayanya sedang muram dengan segala intrik dan masalah yang tak kunjung selesai. Setiap hari ada saja isu baru yang dilempar”. Kegoblokan itu membuat kami geram dan ingin menanggapinya dengan distorsi berlipat.
Sebut saja a.s, f.w, dan g.s mempunyai ide sebuah group band membawa misi untuk terus bersenang-
senang walau kondisi lagi seperti sekarang ini”

Untuk genre sendiri, Muram memilih jalur Rock yang dikali dengan Punk kemudian dilipatgandakan dengan metal apakah akan menjadi formula mujarab untuk mengakali ego masing-masing, ujar Gorey
Apakah band ini berumur panjang? atau sekedar band isapan jempol? itu akan menjadi ujian sendiri.Ya selama kami bersenang-senang disini. kami akan menjalankan nya dengan sepenuh tahi! eh hati!
salam hangat dari muram yang kalau bersenang-senang tidak pernah sungkan, tambah Gorey sebagai kalimat penutup.

Lebih kenal dengan muram
Instagram: muramrock

Saturday, September 21, 2019

September 21, 2019

STAND UP COMEDY SOUTH BORNEO: TOUR KOMEDI, PERTAHANKAN KONSISTENSI



Dimulai dari tanggal 12 September kemarin, dengan mengangkat tajuk Stand Up Comedy South Borneo Goes To, para komika lokal guyub menyerang ke sekolah dan kampus-kampus di Banjarmasin. Sekolah PGRI 2 menjadi tempat pertama mereka, dan berakhir di MAN 4 Martapura. Acara ini diisi secara bergantian oleh para komika lokal yang berbeda-beda tiap lokasinya. Ada 15 komika lokal yang open mic, diantaranya Fajar Medan, Sandy, Paris, Iyad, Amin, dan Ardy.


Riza Saputra, salah satu penggagas sekaligus komika dalam kegiatan ini berujar, bahwa sambutan dari setiap sekolah & universitas yang mereka datangi semuanya menyenangkan dan menyambut kegiatan ini dengan respon yang baik. “ Sebenarnya kegiatan ini sekaligus bertujuan mempromosikan puncak kegiatan mereka, yaitu event Timur ke Barat”, tambahnya.



Acara Timur ke Barat sendiri menghadirkan komika nasional, yaitu Indra Jegel & Mamat Alkatiri. Acara ini juga bertepatan dengan hari terbentuknya Stand Up Comedy South Borneo yang ke 7 tahun. Akan ada penampilan dari komika lokal lain sebagai pembuka acara yang diselenggarakan di Fedung Balairung Sari, Sabtu, 5 Oktober 2019. Viva La Komtung!
September 21, 2019

MARJINAL MENYANYIKAN LAGU AMPAR-AMPAR PISANG



Siapa yang tidak tahu Marjinal, bagi mereka yang berkutat di skena musik underground pasti kenal dengan Mike dan kawan-kawan, lewat lagu-lagu pamungkasnya seperti: Hukum Rimba, Cinta Pembodohan, Negri Ngeri yang lekat dengan isu kemanusiaan, Marjinal seolah menjadi penyambung lidah masyarakat yang menjadi korban keserakahan dan ketidakadilan itu sendiri.


"Maling-maling kecil dihakimi, maling-maling besar dilindungi"

Baru-baru ini band Punk yang banyak dikenal karena mengayomi masyarakat ini telah merilis musik video dengan berkolaborasi bersama Vokal Grup Ibu-ibu gg. sebud singkatan setia budi menyanyikan lagu "Ampar-ampar pisang" yang berasal dari Kalimantan Selatan. Musik video yang berdurasi hampir 7 menit dan Koreografinya dipimpin langsung oleh Mike.

Menilik kebelakang, lagu Ampar-Ampar Pisang sendiri berasal dari Kalimantan Selatan dan diciptakan oleh Hamiedan AC, lagu yang dibawakan dengan bahasa Banjar pastinya menjadi hapalan wajib bagi anak-anak Banjar itu sendiri.

Salam Silaturasa !