Tuesday, October 15, 2019

October 15, 2019

SHELL ART: "BIKIN GIGS" KOLEKTIF REMAJA MENOLAK MANJA



Efek sering ngumpul kadang bisa membuahkan hal positif. Salah satunya kawan-kawan Shell Art yang 1 tongkrongan, tergerak untuk membuat gigs sendiri, di tempat tongkrongan mereka. Digarap dengan kolektif, dan mengundang kawan-kawan band yang perform yang sebenarnya mereka juga tukang garap gigs nya, akhirnya koletif mereka dijadikan tajuk “Bikin Gigs”.

Tujuan utamanya bukan cuma untuk promosi band melalui perform malam itu, tapi juga sekaligus memberi gambaran ke kawan-kawan yang lain, kalau batasan usia belia, bukan hambatan bikin kolektif berhura hura. Mungkin mereka juga mematahkan statement orang kalau anak muda bisa nya cuma ngopi sambil main pubg.


Dengan kain hitam mengelilingi area outdoor kedai kopi, dan beberapa lampu neon biru, suasana terasa amat intim. Terlebih kursi kursi dibuat dekat dan mengelilingi area panggung. Pukul 9 malam kursi pun penuh, dan beberapa pengunjung ada yang berdiri dan duduk di selasar kedai kopi. “Kami  tidak menyangka juga pengunjung bisa sebanyak itu kemarin, semoga kegiatan seperti itu bisa terus berkelanjutan” kata Lani, pemilik kedai sekaligus terlibat jadi partisipan kegiatan.

Dibuka dengan perform dari Madhava, mereka percaya diri dan semangat membawakan 3 lagu ciptaan mereka sendiri. Dilanjutkan dengan band Penghantar , sekaligus menghantarkan ke sesi sharing pengalaman oleh Anang “Penembak Jitu”, Ryan “Stage ID” dan Aswin “Peace Rangers”. Kemudian ditutup apik oleh perform dan lagu dari band Monochrome.



Reza, salah 1 partisipan mengatakan bahwa kedepan acara Bikin Gigs akan terus diadakan . minimal 1 sampai 2x dalam sebulan. Ia menambahkan kawan-kawan Shell Art masih perlu belajar banyak hal lagi tentang perindustrian kreatif. “Kedepannya kami akan eksplor lebih luas lagi untuk konsep gigs lainnya” tutupnya.

Selaras dengan kegiatan kawan-kawan Shell Art, Bilik Bersenyawa juga mengundang bibit-bibit untuk berpartisipasi di kegiatan Ekstrakurockuler. Kegiatan ini juga di khususkan untuk band-band baru, khususnya band yang berpersonilkan pelajar & mahasiswa.Info lebih lengkap, check flyer nya genkz!


Monday, October 14, 2019

October 14, 2019

MURAM: NUKLIR BARU DIRANCANG UNTUK MISI BERSENANG-SENANG


“hey kami datang jangan muram
“hey kami datang jangan sungkan
hey kami datang bawa senang
hey kami datang”
Itulah lirik singkat dari single pertama, Muram – Jangan Muram.

Nama Muram jelas tidak terdengar cocok
untuk group yang mempunyai penggalan lirik tentang
hura-hura dan bersenang-senang. Bersenang senang? Ya projek ini lahir dari alterego para personilnya, yang notabene punya band masing-masing.
Berpersonilkan Gorey (Vokal), Feriza (bassist), Awlia (drummer) dan Odien (gitaris), nama mereka terdengar tak asing di skena musik Banjarmasin. Ya, tak salah, karna mereka berasal dari The Rindjink & Heat Seeker Rockets, yang mencoba formula baru, dan semangat berapi-api dalam bermain musik. Seperti single pertamanya yang menyeruak untuk membakar semangat para pendengarnya, Muram juga bersemangat akan selesaikan EP album hanya dalam waktu 1 bulan.

Ditanya kenapa harus memakai nama Muram? Gorey hanya menjawab “Indonesia kayanya sedang muram dengan segala intrik dan masalah yang tak kunjung selesai. Setiap hari ada saja isu baru yang dilempar”. Kegoblokan itu membuat kami geram dan ingin menanggapinya dengan distorsi berlipat.
Sebut saja a.s, f.w, dan g.s mempunyai ide sebuah group band membawa misi untuk terus bersenang-
senang walau kondisi lagi seperti sekarang ini”

Untuk genre sendiri, Muram memilih jalur Rock yang dikali dengan Punk kemudian dilipatgandakan dengan metal apakah akan menjadi formula mujarab untuk mengakali ego masing-masing, ujar Gorey
Apakah band ini berumur panjang? atau sekedar band isapan jempol? itu akan menjadi ujian sendiri.Ya selama kami bersenang-senang disini. kami akan menjalankan nya dengan sepenuh tahi! eh hati!
salam hangat dari muram yang kalau bersenang-senang tidak pernah sungkan, tambah Gorey sebagai kalimat penutup.

Lebih kenal dengan muram
Instagram: muramrock

Saturday, September 21, 2019

September 21, 2019

STAND UP COMEDY SOUTH BORNEO: TOUR KOMEDI, PERTAHANKAN KONSISTENSI



Dimulai dari tanggal 12 September kemarin, dengan mengangkat tajuk Stand Up Comedy South Borneo Goes To, para komika lokal guyub menyerang ke sekolah dan kampus-kampus di Banjarmasin. Sekolah PGRI 2 menjadi tempat pertama mereka, dan berakhir di MAN 4 Martapura. Acara ini diisi secara bergantian oleh para komika lokal yang berbeda-beda tiap lokasinya. Ada 15 komika lokal yang open mic, diantaranya Fajar Medan, Sandy, Paris, Iyad, Amin, dan Ardy.


Riza Saputra, salah satu penggagas sekaligus komika dalam kegiatan ini berujar, bahwa sambutan dari setiap sekolah & universitas yang mereka datangi semuanya menyenangkan dan menyambut kegiatan ini dengan respon yang baik. “ Sebenarnya kegiatan ini sekaligus bertujuan mempromosikan puncak kegiatan mereka, yaitu event Timur ke Barat”, tambahnya.



Acara Timur ke Barat sendiri menghadirkan komika nasional, yaitu Indra Jegel & Mamat Alkatiri. Acara ini juga bertepatan dengan hari terbentuknya Stand Up Comedy South Borneo yang ke 7 tahun. Akan ada penampilan dari komika lokal lain sebagai pembuka acara yang diselenggarakan di Fedung Balairung Sari, Sabtu, 5 Oktober 2019. Viva La Komtung!
September 21, 2019

MARJINAL MENYANYIKAN LAGU AMPAR-AMPAR PISANG



Siapa yang tidak tahu Marjinal, bagi mereka yang berkutat di skena musik underground pasti kenal dengan Mike dan kawan-kawan, lewat lagu-lagu pamungkasnya seperti: Hukum Rimba, Cinta Pembodohan, Negri Ngeri yang lekat dengan isu kemanusiaan, Marjinal seolah menjadi penyambung lidah masyarakat yang menjadi korban keserakahan dan ketidakadilan itu sendiri.


"Maling-maling kecil dihakimi, maling-maling besar dilindungi"

Baru-baru ini band Punk yang banyak dikenal karena mengayomi masyarakat ini telah merilis musik video dengan berkolaborasi bersama Vokal Grup Ibu-ibu gg. sebud singkatan setia budi menyanyikan lagu "Ampar-ampar pisang" yang berasal dari Kalimantan Selatan. Musik video yang berdurasi hampir 7 menit dan Koreografinya dipimpin langsung oleh Mike.

Menilik kebelakang, lagu Ampar-Ampar Pisang sendiri berasal dari Kalimantan Selatan dan diciptakan oleh Hamiedan AC, lagu yang dibawakan dengan bahasa Banjar pastinya menjadi hapalan wajib bagi anak-anak Banjar itu sendiri.

Salam Silaturasa !


Friday, September 13, 2019

September 13, 2019

TOTALLY UNPLUGGED, SILATURAHMI BERKEDDOK AKUSTIKAN


Ngegigs kok hari Rabu? Nggak tau ya kalau menurut riset, Rabu itu dianggap sebagai hari terberat pas weekday? Lagian siapa juga yang mau datang ke acara pas hari Rabu? Mereka adalah Odon, David, Ayub, Gorey, Shandy, Mita, dan kawan-kawan lain yang tak bisa saya tulis satu-satu karena saking banyaknya yang hadir. Kira-kira, kalau dihitung diluar dari personel band yang main,  mc, dan pihak Sonicfuzz, ya kira-kira ada sebelas - dua belas orang lah. Lumayan.

Begitulah Sonicfuzz ya, bikin acara bodo amat kaya biasa. Kali ini tempatnya di Liwis Kitchen dengan tajuk Totally Unplugged yang nggak nggak unplugged banget. Sama lah kaya MTV unplugged yang masih bergantung sama kabel, ampli, dan PLN. Di edisi pertama, bandnya di bawah naungan Sonic juga, Weirdos & Pesawat Tempur. "Trial and error dulu. Untuk awal, bandnya langsung kita todong dan bisa, serta pastinya bersedia tidak dibayar sebagai bentuk pengabdian terhadap labelnya," kata Ozy dengan nada tinggi seperti biasanya.

Acara dibuka oleh Pesawat Tempur yang seperti biasa menciptakan karaoke massal dengan tembang seperti "Damai"dan "Belum Saatnya Mendarat". Total ada 5 lagu yang mereka bawakan dalam format akustik. Setelahnya ada bintang tamu misteri dari Palangkaraya, Herman dari Catatan Kaki yang melanjutkan sesi unplugged. Herman membuka perkenalannya dengan "Burung Gereja" dari Nugie, dan beberapa tembang dari Catatan Kaki. Di ujung, Weirdos menutup acara membawakan 4 lagu mereka dan 1 lagu cover. Di kesempatan ini, mereka juga membawakan lagu barunya "The World of Bigotry".

Daripada dibilang gigs, acara ini lebih kepada silaturahmi sambil begitaran. Macam kaya lagi ngumpul, kebetulan ada gitar, ngejreng deh. Bedanya, disini band-bandnya mayoritas bawain lagu sendiri, dan itulah tujuan Sonicfuzz ngadain acara ini. Memperkenalkan lagu sendiri dengan cara minimalis. Totally Unplugged juga, kabarnya, akan di adakan rutin dengan semangat kolektif dan mengajak band-band lokal lainnya untuk berpartisipasi. Wih mantep nih.  Ditunggu deh acara selanjutnya. Panjang umur kolektifun!

Wednesday, September 4, 2019

September 04, 2019

ANTUSIASME VECTOR X VEXEL ARTIST INDONESIA SAMBUT FILM GUNDALA



Film Gundala yang distrudarai oleh Joko Anwar telah resmi tayang perdana pada 29 Agustus 2019 di Bioskop Seluruh Indonesia. Film yang menjadi pembuka Jagat Sinema BumiLangit ini mendapat respon positif, antusiasme masyarakat terlihat sangat besar tidak terkecuali teman-teman dari Vector x Vexel Artist Indonesia.

Dimotori oleh Rizqi Alam (Alam Creative) teman-teman Vector Artist melakukan Olbar (olah bareng) poster dari film Gundala. Ada sekitar 520 karya yang ikut serta dalam #OlbarGundala ini sampai 24 Agustus. 520 karya tersebut serentak diposting di sosial media Instagram tepat sehari sebelum penayangan perdana film Gundala, selain itu karya-karya itu juga dirangkum  dalam 1 video berdursi 25 menit di channel youtubenya Rizqi Alam.

"Saya kaget karena banyak yang ikutan diluar ekspetasi saya pikir hanya 100 artist yang berpatisipasi ternyata lebih dari  500 artist. Bersyukur bisa olah  bareng fan art Gundala bersama mereka. Semoga bisa olah bareng lagi dengan jumlah artist yang lebih banyak untuk ikut sertanya pastinya." ujarnya.

Meskipun diawal tujuan dari #OIlbarGundala ini adalah untuk senang-senang sembari melatih skill. Tetapi untuk mengapresiasi kawan-kawan yang sudah ikut serta, Alam akan memberikan reward untuk 3 karya tergokil menurut dirinya.

"Kalaupun ada reward bukan karena yang menang itu lebih bagus dibanding yang lain, bagusnya sebuah karya seni itu relatif. Harus ditekankan lagi tujuan diawal dari #OlbarGundala ini untuk senang-senang." ungkap Rizqi Alam.

Beberapa karya yang ikut serta dalam #OlbarGundala ini


@gundies_





Seluruh 520 karya yang ikut serta bisa dinikmati di channel youtubenya Rizqi Alam