Monday, July 13, 2020

PANDEMI YANG BERBAHAYA UNTUK PELAKU EKONOMI KREATIF

tahilalats.com

Beberapa bulan terakhir pada masa pandemi banyak kawan-kawan yang bergerak di bidang kreatif curhat atas keadaan finansial mereka


saya bilang bukan cuma kamu yang kena imbas pandemi, seluruh dunia juga ambyar boss


salah seorang kawan yang bergerak di bidang fotografi & videografi mengkalrifikasi cerita nya


yang dia maksud bukan pendemi corona, tapi pandemi yang menyerang klien-klien lokal.


saya pun penasaran, pandemi apa itu?


dia menjawab dengan emosi, “Pandemi PELIT MEDIT”


saya pun tertawa mendengarnya.


tanpa ekspresi kawan saya ini menanggapi tawa saya.


Dia menjelaskan bahwa pandemi ini membuat para pelaku ekonomi kreatif daerah susah berkembang.


kerena orang-orang yang kena penyakit ini biasanya bego sama yang namanya proses


mereka tidak pernah bisa menghargai ilmu dan kepakaran yang sudah dibuktikan dengan pengalaman para pelaku kreatif


misalnya saja pada sebuah project pembuatan video, mereka nawarnya udah kaya lagu afgan - SADIS


kurang dari separuh harga yang ditawarkan bos.


cara orang-orang itu melihat bidang-bidang kreatif yang berbentuk jasa, udah kaya buruh panggul yang ga punya skill. bagi mereka jasa itu cuma mengandalkan tenaga - gak pake otak jadi harganya ya seadanya lah.


NAASnya bagi teman-teman profesi ini mereka tidak punya pilihan, karna kalo tidak mengurangi harga maka mereka gak makan.


DEMI NEPTUNUS, mendengar cerita ini saya langsung relate dengan beberapa klien saya dulu yang punya penyakit sama.


PANDEMI ini terus ada dan tidak bisa di basmi. ga ada vaksinnya bos. ujar kawan saya.


Akhirnya saya memutuskan untuk membuat tulisan ini, untuk menjawab keresahan kawan saya.


Ya, memang belum ada vaksin terhadap “penyakit” otak miskin seperti ini


yang bisa kita lakukan adalah memberikan edukasi dan menanamkan kesadaran bahwa produk yang kita buat bukan sekedar karya murahan.


Namanya karya, itu punya value - punya keilmuan yang tidak bisa diukur dengan angka.


Saya juga orang bisnis bos, perhitungan biaya produksi, tingkat penyusutan aset yang dipakai, hak cipta dan lainnya masing-masing punya nilai


jadi buat bapak - ibu serta yang selalu menawar dengan “HARGA TEMAN”


segeralah kalian sadar! 


kita analogikan profesi dokter , yang bekerja untuk memeriksa penyakit anda lalu dengan ilmunya membuatkan resep obat untuk anda


bayangkan seorang lawyer, yang membuatkan kontrak dan sertifikat tanah milik anda


Berapa harga yang mereka tawarkan untuk jasa mereka??


sekarang gunakan mindset ini untuk menilai sebuah jasa pembuatan desain, jasa pembuatan fotografi atau videografi, jasa MC, jasa animasi, dubbing suara dan semua bentuk jasa bidang kreatif


bayangkan bahwa profesi mereka ini adalah mata pencaharian utama mereka.


bayangkan jasa yang mereka lakukan , semata-mata untuk menafkahi keluarga mereka


maka anda akan lebih menghargai apa itu profesi KREATIF


Karna yang paling sangat membantu orang-orang kreatif ini berkembang adalah teman-teman terdekatnya sendiri - bukan orang-orang yang menawar dengan HARGA TEMAN.


maka sebarkanlah tulisan ini kepada orang-orang yang terkena gejala pandemi “TIDAK BISA MENGHARGAI”


“ original content by:”
https://www.edologi.co/