Monday, September 2, 2019

MUSISI LOKAL WAJIB PUNYA VISUAL



Dengerin musik emang makin khidmat kalau kuping dan semua indera kita fokus sama audionya. Tapi di era visual sekarang, video menjadi sangat penting untuk musik agar lebih bisa mempresentasikan lirik lagunya. Video musik juga bisa menjangkau segmen yang lebih luas. Dari era radio ke televisi, musisi/band yang ingin menjangkau pemirsa TV berlomba-lomba bikin musik videonya sendiri. Pastinya dengan budget yang gila, bahkan lebih besar daripada biaya produksi musiknya sendiri.
Sekarang di saat semua orang megang kamera, siapa saja bisa membuat musik video. Promonya tentu bukan di TV, melainkan melalui Youtube. Makanya sekarang semua musisi/band kayanya udah punya musik video-nya sendiri. Ya minimal video lirik lah.
Tren positif ini juga nyampai di Kalsel. Ada banyak musisi/band di Banjarmasin dan sekitarnya yang kini mulai berlomba-lomba bikin video keren. Program Propaganda dari Bilik Bersenyawa juga cukup sukses jadi jembatan pertemuan antara musisi dan video maker. Dari program ini, ada belasan musik video tercipta sejak tahun 2018 lalu. Di luar itu, masih banyak musisi/band lokal yang bikin musik videonya secara mandiri dan kolektif. Beberapa di antaranya yang masuk pantauan, begitu menarik perhatian kami.

River City Famz - Next Generation
5 menit nonton musik video Next Generation jadi nggak mbosenin, karena River City Famz menyajikan berbagai macam elemen. Ini lagu multi bahasa karena terdapat bahasa Indonesia, Inggris, dan Banjar. Kerennya lagi, ada sedikit unsur dangdut dalam lagunya. Melihat optimisme dan semangat anak-anak muda ini, ada rasa lega karena regenerasi berjalan dengan sebaik dan seharusnya.



Proletary - Diam adalah Penghianatan
Di saat scene hardcore mulai padam, Proletary hadir dengan api membara lewat "Karena Diam Adalah Penghianatan". Lirik-lirik perlawanan dalam lagu ini makin berasa kuat dengan footage-footage aktivitas tambang di Kalimantan. Tonton dulu video musiknya sebelum di take down bos bos batu bara! Hehe.



The Bar-Bar - Hoax
Tidak cukup hanya dengan gerakan membakar ijazah, kali ini the Bar Bar mengajak pendengarnya untuk memerangi hoax lewat lagunya "Hoax". Sejak lagu Ijazah,  the Bar Bar selalu menghadirkan visual menarik dengan sederhana. Kali ini, berbagai macam footage berbagai kejadian hoax di Indonesia, dikumpulkan jadi satu dalam musik video berdurasi 3 menit.



Wasaka - Break the Line
Baru 2 bulan setelah Unpremic, 6 rapper produktif yang tergabung dalam Wasaka kembali hadir dengan “Break the Line”. Dibandingkan dengan sebelumnya, ada peningkatan kualitas video pada musik video kali ini. Sepertinya kesuksesan “Unpremic” bikin mereka lebih niat menggarap musik video “Break the Line”.



Rockapudink – A.T.T.C
Salah satu resep awet muda adalah bersenang-senang. Dan bapak-bapak dari Rockapudink ini tau betul gimana caranya. Lewat musik video “A.T.T.C”, Rockapudink bersenang-senang, menggila, dan menjadi kekanak-kanakan. Berbagai  aksi panggung yang terekam juga mendominasi musik video ini, bikin musik videonya jadi nggak ngebosenin.


Penulis

Afif Aziya