Monday, June 10, 2019

SEMANTIK TOUR DALAM SENANDIKA

Menyebarkan faham “Semantik” dengan maksud musik dapat menyebabkan ketenangan kepada segenap indera yang merasa



Menelurkan album dalam rentang waktu yang terbilang muda untuk ukuran band baru menjadi tantangan tersendiri bagi Penembak Jitu. Lahir di Banjarmasin dan dibidani langsung oleh Angga, Yulian, dan Maulan sebagia pendiri awal. Melahirkan sebuah band dengan tujuan menjadikannya lebih megah pastilah sulit apabila hanya ditopang oleh tiga pasang kaki, merekapun akhirnya bersepakat  untuk meminta bantuan kepada Azed, Rama, dan Ferdy sebagai penyangga ruang-ruang kosong sekaligus anggota keluarga baru di Penembak Jitu.
Album yang mereka namakan Semantik menjadi langkah awal untuk memperlihatkan taji kepada para penikmat musik, album ini kurang lebih adalah interpretasi dari selera, gaya dan corak musik, cara berpikir dari orang-orang Penembak Jitu.
Nama Penembak Jitu sendiri memiliki arti lebih ke permaksudan, yakni ingin meggagas dan memberi gagasan pada wadah (yang mereka tujukan kepada Penembak Jitu) secara tepat sasaran.
Malang melintang di panggung lokal lumayan membikin gerah para bidan-bidan ini, seakan seperti terlalu nyaman dengan sangkar emas yang telah mereka ciptakan, zona nyaman yang terlalu mendarah daging, dan menikmati sorak dari kawan-kawan yang juga pada ruang yang sama. Mereka merasa bahwa album Semantik harus disebar-biakkan ke telinga-telinga dengan jangkauan yang lebih luas, ke tempat-tempat yang tidak pernah tergaung nama Penembak Jitu sebelumnya, dan dalam keputusan ini mereka mantap hati untuk melakukan tour ke pulau seberang, bermodalkan niat dan tekad, uang saku, koneksi, sponsor, dan bara semangat dari kawan-kawan skena lokal, Penembak Jitu berusaha mewujudkan mimpi untuk menjejakkan kaki di tempat yang tidak pernah mereka sambangi sebelumnya.




Perjalanan Semantik Tour ini akan start pada tanggal 5 Juli, terbang dari Banjarmasin ke Surabaya, lanjut ke Malang, Bali, Jogja, Semarang, Bandung, Bogor, Sukabumi, Jakarta, Tanggerang, Bekasi, dan diakhiri di Kuala Lumpur (Malaysia), menjadi tujuan mereka untuk menyebarkan faham-faham Semantik dengan harapan musik dapat menyebabkan ketenangan kepada segenap indera yang merasa.
Pada akhirnya temu juga yang akan mengobati rasa penasaran kita, tidak sabar untuk bertemu wajah-wajah baru dan kawan-kawan baru, sampai berjumpa di titik-titik yang akan disinggahi.