Monday, May 6, 2019

LAYAR FILM BANJAR 2019: PEMICU PRODUKTIVITAS KOMUNITAS FILM BANUA







Gelaran acara Layar Film Banjar (LFB) 2019 telah dilaksanakan mulai tanggal 29 april 2019 hingga tadi malam puncaknya (3/5/2019) bertempat di Capung Cafe, Banjarmasin tercatat total ratusan penonton pada kolom registrasi.

Malam puncak Layar Film Banjar dibuka oleh penampilan seni madihin oleh Arief Putera tepat pada pukul 20.00 wita selanjutnya acara dimeriahkan dengan pemutaran film, diskusi,pentas seni madihin, musik akustik dan juga stand up comedy dari komuniyas stand up comedy banjarmasin. Kedatangan walikota Banjarmasin Bp. Ibnu Sina menjadi satu hal menambah spirit para sineas banua yang hadir, karena beliau memberikan pernyataan bahwa media film akan menjadi senjata promosi bagi pariwisata di Banjarmasin.


"Potensi ekonomi kreatif di bidang film sangat besar pada anak muda Banjarmasin tidak kalah kreatif dengan anak muda di daerah lain di wilayah jawa. Kita memiliki banyak cerita yang bisa digarap untuk produksi film contohnya budaya dan kehidupa sungai, adat istiadat Banjar dan banyak hal lainnya yang bisa di eksplor". Ungkap Ibnu Sina.


Selain itu diskusi terbuka bertema 'Kolaborasi Karya' menjadi topik utama pada sesi tanya jawab LFB 2019 tadi malam karena hasil penjualan tiket menonton LFB 2019 akan di akomodasikan sebagai dana awal dana produksi film pendek yang akan dilaksanakan bersama oleh gabungan dari 18 komunitas film yang filmnya masuk di putar pada screening LFB tahun ini. "Naskah seperti apa yang akan di produksi akan kita diskusikan lebih lanjut setelah acara LFB, adapun rencana produksi kemungkinan akan dilaksanakan setelah bulan puasa." jawab Edo R Rahman kepala bidang fasilitasi Forum Sineas Banua.

Tema 'kolaborasi karya' diangkat sesuai dengan visi dari LFB sendiri bahwa acara ini dimaksudkan untuk memicu produktivitas komunitas-komunitas film yang ada di Kalimantan Selatan untuk terus memproduksi film yang mampu mengangkat cerita lokal ke kancah nasional maupun internasional.