Friday, April 19, 2019

SEXY KILLERS & DANDHY LAKSONO


Beberapa hari belakangan ‘Sexy Killers’ film garapan pria yang bernama lengkap Dandhy Dwi Laksono dkk ini menjadi perbincangan baru warga khalayak ramai yang selalu diberkahi kuota dimanapun berada. Sekaligus membuka pikiran baru bagi kita tentang penggunaan listik yang kita anggap setiap hari baik-baik saja berbanding terbalik dengan fakta dilapangan yang tidak baik-baik saja karena sistem kerja dan kerusakan yang di timbulkan oleh PLTU dan Perusahaan Batu Bara yang jarang sekali di liput oleh media mainstream. Bagaimana tidak, alih-alih bekas galian tambang yang di janjikan akan dilapis tanah lagi, ternyata hanya menjadi lubang baru dan banyak menelan korban. Antara tahun 2014 – 2018 sudah menelan 115 korban jiwa. Dan semua perusahaan tersebut tak lepas dari tangan-tangan elit penguasa.
 
Disini Dandhy Laksono hadir menyalurkan pendapat rakyat sejujur-jujurnya yang menuntut hak atas tanah, hak atas perumahan yang layak, hak atas pekerjaan dan hak atas kebutuhan dasar yang kebanyakan hidupnya bergantung pada hasil Ibu bumi dan laut. ‘Keruk tanahnya, tebas pohonnya, timbun lautnya’ lirik Kalayangan Pagat yang berjudul Merakus sepertinya pas untuk menemani anda membaca artikel ini. Sebelumnya Dandhy Laksono telah merilis film yang berjudul Kiri Hijau Kanan Merah, Alkinemokiye, dan Yang Ketu7uh  

Ah rasanya tidak perlu banyak penjelasan untuk film ini, biarlah kalian yang menonton filmnya kemudian otak kalian yang mengelolanya, aku hanya memberi gambaran sebagian kecil apa yang aku lihat di film itu. Bahwa banyak penderitaan yang mereka rasakan disana dan yang tidak kita rasakan disini  di kota ini, mulailah membantu dengan selemah-lemahnya Iman yaitu berdoa dan dengan membantu lewat hal-hal kecil terutama hemat daya listrik. Juga menjadikan kita manusia yang berpikir untuk pilihan kita selanjutnya, dan untuk Indonesia yang lebih baik. Kalaupun golput ya kadapapa jua. Kan "Life Is Choice"