Tuesday, April 9, 2019

PARANG: MENEBAS DENGAN LIRIK


Untuk band baru, Parang termasuk band yang produktif. Ditengah proses lagu ke 3, mereka berharap bisa merampungkan sebuah album di tahun ini. Band yang terbentuk di pertengahan tahun 2018 ini mantap mengusung genre Deathcore. Uniknya, band mereka mengaku sedikit terinspirasi dengan band-band genre Deathcore lokal terdahulu, seperti Carandiru & Mistis Chronology. Tentunya sentuhan musik seperti Suicide Silence & Chealsea Grin menjadi influence juga buat mereka, ungkap Agus, salah satu personil Parang.

Hellish Madness & Panorama Sengsara, menjadi tebasan pertama untuk pendengar di awal kelahiran
mereka. Lirik yang concern mengkritisi keadaan kehidupan sosial di Negara, menjadi materi yang akan mengisi lagu di album mereka nanti.

Agus menambahkan, yang paling related dengan kondisi kita bernegara sekarang adalah lirik di Lagu
Hellish Madness. Lagu tersebut mengisahkan kondisi keributan yang sekarang terjadi, khususnya pada masa pemilu sekarang. Banyaknya hoax, ujaran kebencian dan fitnah membuat mereka gerah & geram. Seakan senada dengan Hellish Madness, Panorama Sengsara juga menggambarkan warga Negara mengaku kuat beragama namun lupa akan makna dari Pancasila.

Parang sekarang berpersonilkan Walut (vocal), Agus (gitar 1), Edho (gitar 2), Herry (bass) dan Rifqi (drum). Dengan musik Deathcore dan sedikit sentuhan breakdown metalcore, Parang mantap mengkiritisi masalah sosial dengan aliran deathcore

PARANG - Hellish Madness

PARANG - Panorama Adab Musnah