Tuesday, April 23, 2019

HEAT SEEKER ROCKET: PARA GAGAK KEMBALI MEMEKAK



Heat Seeker Rocket kembali memanaskan ruang pergerakan musik lokal. Tak tanggung-tanggung, di album terbaru ini, mereka menelurkan 10 lagu di platform – platform digital seperti Spotify, Joox  dan lainnya. Mereka punya strategi dengan promosi lagu di platform digital terlebih dulu ketimbang harus berbarengan dengan merilis album fisiknya. “Karna dengan menghitung dari banyaknya respon positif dari pendengar, kami bisa mengestimasikan harus berapa banyak perkiraan rilisan fisik yang worth it kami buat” ungkap Rommy sang Vokalis. Diperkirakan dalam waktu dekat, album mereka akan rilis.

Untuk album terbaru mereka kali ini, tema yang diangkat sangat beragam. Tema tentang kehidupan pribadi, problema ruang lingkup pekerjaan, keluarga,  protes terhadap isu politik, sampai membicarkan seputar pergerakan lokal mereka hantar di album ini.

Ada yang cukup unik dai segi lirik di salah satu lagu baru mereka, yaitu Home. Lagu ini ditulis sang Vokalis, Rommy untuk sang istri dan anak. Menyiratkan apapun kerja keras yang dilakukan, itu adalah untuk keluarga. Namun liriknya dibuat sedemikian universal, agar Home bisa ditafsirkan sebagai wadah, apapun bentuknya, untuk bisa bersinergi satu sama lain. Salah satunya bisa diartikan sebagai skena , yang dimana mereka berharap pergerakannya, bisa terus berkembang & saling mengisi .
Di album ini juga bisa kalian temukan lagu Rectoverso, yang mana lagu tersebut sudah ada di album sebelumnya, namun di album ini di perbaharui lagi. Bisa didengar dari segi arasemen yang berbeda, lebih segar dan sedikit lebih ballad, namun dari segi lirik, tidak ada yang diubah. “Pokoknya kalian harus dengar semua lagu di album ini, karna ini adalah karya masterpiece dari kami”, tambah Rommy sambil tertawa.
Ada lagi, lagu berjudul Transendensi , mereka persembahkan khusus untuk Alm. Bang Icang “Justifikasi”, Alm. Emek “TK Scooterist Reggae”, dan kawan-kawan lain yang sudah berpulang, sebagai dedikasi dan rasa respect mereka.

Heat Seeker Rocket sendiri, masih memakai Gagak sebagai image mereka. Menurut Rommy, Gagak adalah sImbol burung yang dianggap remeh , karena dianggap sebagai burung pembawa kematin dan tidak menarik banyak orang. Sebaliknya, mereka menganggap Gagak adalah burung yangapa adanya, yang bisa hidup lebih bebas daripada burung lain yang indah namun terkurung dalam sangkar. Dan dengan dengan stigma tersebut, memicu semangat mereka untuk berkarya lebih lagi, tanpa mendengarkan omongan miring orang lain.

Band yang terbentuk tahun 2007 ini  sekarang mantab berformasikan Rommy sebagai Lead Vocal, Feriza sebagai Bassist & Vocal, Riza dan Emen sebagai Gitaris, dan Rino sebagai Drummer. Saat ditanya apa planning kedepan, setelah merilis album, mereka berharap bisa tour ke beberapa daerah. “Namun tentunya kami masih berbenah sistem manajemen, equipment personil, dan hal-hal yang lain yang menunjang keprofesionalitasan kami lagi”, ungkap Rommy.