Saturday, January 5, 2019

BANJARMASIN BERGEMBIRA RIA LAGI !



Banjarmasin Bergembira Ria (BGR) 2018, event puncak tahun yang dirayakan oleh kawan-kawan Bilik Bersenyawa dan masyarakat skena local yang sudah dan mau berkontribusi di berbagai macam pergerakan di hari-hari sebelumnya. Yah, memang pantas dirayakan, karena di tahun 2018 ini salah satu momentum kawan-kawan yang mempunyai kelebihan dalam kreativitas berdetak lagi untuk bernafas. Band-band lokal mulai keluar lagi dari sarangnya, fotografer jalanan mulai berkumpul lagi untuk mengabadikan setiap pergerakan di kota, videografer bergegas menunjukkan taring lewat karya-karyanya, dan artist-artist­ kembali mendapatkan kanvasnya di kota untuk melukiskan emosi dan buah pikirnya. Pokoknya, di tahun 2018 skena mulai bernafas!

Tepat di Jorong Kafe, pesta bawah tanah itu dilaksanakan. Semua dating dengan kostum masing-masing, ada yang menjadi Joker, Vampire haus darah, Kylo Ren di Star Wars, Kenshi Samurai-X, bahkan ada yang hanya sekedar Gembel. Penampilan dari Weekend Project yang sudah lama membungkus gitarnya mampu menjadi pemecah “perawan” si BGR. Lagu-lagu bernuansa ska sudah mampu menggoyang kaki para pelaku skena yang haus akan dansa. Belum lagi hilang atmosfir kekacauan Weekend Project, penampilan DJ Catdog menambah penetrasi kegembiraan pesta dengan lantunan di turntable yang selalu digesek dengan ceria. Anak-anak di depan panggung berjoget tanpa kejelasan karena terlalu terbuai musik yang diramu oleh DJ.

Sela-sela aksi musik pasti akan kosong bukan tanpa “jamu”? yap! Tidak lupa permainan Flip Cup menjadi salah satu hidangan utama untuk disajikan kepada kawan-kawan pencinta jamu. Gelas berisi jamu dan “jamu”, diacak untuk dihempaskan ke kerongkongan, ah melepas dahaga bukan?! Membentuk beberapa tim beradu lomba siapa yang cepat dia minum banyak dan mendapatkan doorprize. Di dalam permainan, tidak ada pengkotakkan “kamu siapa aku siapa”, karena semua merasa sama, yaitu anak muda atau merasa muda dan perlu kerja sama untuk menelan mentah jamu yang ada.

Sambil menenggak jamu, Gorey a.k.a. bapak suka anak muda a.k.a. Pemandu Hura-hura juga mencoba berganti haluan untuk melancarkan amunisi di atas panggung sebagai DJ. Mixing lagu-lagu jaman dulu dan jaman sekarang adalah racun bagi panggung dan kawan-kawan yang mendengarkan, ya tentu saja terpacu berlomba menenggak jamu dipompa music Eye of the Tiger khas film Rocky Balboa!

Yap, semua cepat berlalu, pesta tidak ada yang berlarut-larut bukan? Semua pulang dengan harapan baru, semoga 2019 adalah tahun skena Banjarmasin berdiri lagi, kalaupun tidak, berusaha untuk berdiri saja kita semua pasti senang. Tentu proses adalah hal yang pasti, pendewasaan juga harus dijalani, dan jangan lupa party tiap hari dan minum jamu berkali-kali. Cheers!



Teks: Syah Ryan Anwari